iblis dari tubuh tanpa jiwa
aku mati, tapi hidup lagi
sebenar-benarnya aku tidak mau hidup
jika getir dan lendir yang kuhirup
aku pernah dibunuh, lalu aku mati
aku mati!! sungguh!!
tetapi sekarang aku hidup lagi
pembunuhku jahat sekali
dia pemerkosa harga diri
perampas sanubari, penganiaya hati
dulu aku takut bukan kepalang,
tapi dia bilang sayang..
sampai ku memohon demi bumi dan bimasakti!
bantulah hidupku yang malang ini..
sekarang aku hidup lagi, masih..
dihidupkan dengan kasih oleh sang terkasih
kumbang yang selalu bikinku girang, selalu merasa disayang..
sayang, aku hidup lagi,
tidak lagi berada di stagnasi
terima kasih
jujur
kami mencoba untuk jujur
apakah kau tahu?
bisikan maupun teriakan kebencian
yang kau tebarkan kepada umat
selain di mana engkau bernaung
telah buat kami tercerai-berai?
apakah kau sadar?
ribuan kata yang kau keluarkan
atas nama gusti maha kuasa
telah hancurkan kami?
“surga?”
betapa indahnya surga
ujar kami penuh harap
“surga! kami ingin surga!”
engkau tertawa puas dalam hati
melihat betapa bodohnya kami
setiaku pada malam bukan berarti kuberikan hatiku pada kelam..
juga pada angin yang diberiku atas nafasnya..
tetaplah bersinar di atas sana..Bintang!!
agar kutahu dan kau tahu aku melihatmu dari bawah sini…
aku mati, tapi hidup lagi
sebenar-benarnya aku tidak mau hidup
jika getir dan lendir yang kuhirup
aku pernah dibunuh, lalu aku mati
aku mati!! sungguh!!
tetapi sekarang aku hidup lagi
pembunuhku jahat sekali
dia pemerkosa harga diri
perampas sanubari, penganiaya hati
dulu aku takut bukan kepalang,
tapi dia bilang sayang..
sampai ku memohon demi bumi dan bimasakti!
bantulah hidupku yang malang ini..
sekarang aku hidup lagi, masih..
dihidupkan dengan kasih oleh sang terkasih
kumbang yang selalu bikinku girang, selalu merasa disayang..
sayang, aku hidup lagi,
tidak lagi berada di stagnasi
terima kasih
jujur
kami mencoba untuk jujur
apakah kau tahu?
bisikan maupun teriakan kebencian
yang kau tebarkan kepada umat
selain di mana engkau bernaung
telah buat kami tercerai-berai?
apakah kau sadar?
ribuan kata yang kau keluarkan
atas nama gusti maha kuasa
telah hancurkan kami?
“surga?”
betapa indahnya surga
ujar kami penuh harap
“surga! kami ingin surga!”
engkau tertawa puas dalam hati
melihat betapa bodohnya kami
setiaku pada malam bukan berarti kuberikan hatiku pada kelam..
juga pada angin yang diberiku atas nafasnya..
tetaplah bersinar di atas sana..Bintang!!
agar kutahu dan kau tahu aku melihatmu dari bawah sini…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar